Monday, January 4, 2016

(HEBOH)Akhirnya Terungkap , Jokowi Ikut Terseret Kasus Freeport , Ini Buktinya


image
Presiden Joko Widodo (Jokowi) terindikasikan terseret kasus PT Freeport yang melibatkan Ketua DPR Setya Novanto. Transkrip rekaman itu terjadi pada Juni 2015 di mana Luhut masih menjabat Kepala Staf Kepresidenan dan kewenanannya bisa memanggil menteri dan inilah yang membuat marah JK.
“Kalau kita telaah, pertemuan ketiga yang direkam MS itu terjadi bulan Juni 2015. Waktu itu Luhut Binsar Panjaitan (LBP) masih menjabat Kepala Staf Kepresidenan. Bayangkan, dalam posisi non-struktural tersebut, seturut transkrip yang beredar, ia menjadi salah satu blok kepentingan yang digambarkan sangat berpengaruh,” kata pengamat politik Tarli Nugroho di akun Facebook-nya beberapa waktu lalu.
Kata Tarli, jika transkrip menjadi satu-satunya acuan kita untuk merekonstruksi peran para aktor yang terlibat dalam percakapan, serta para aktor yang namanya dipercakapkan, maka ada dua blok mayor yang saling berebut kue Freeport, serta satu blok minor.
“Dua blok mayor itu adalah (1) LBP, yang namanya selalu dirangkai dengan nama presiden, serta (2) JK. Di halaman tujuh transkrip, misalnya, SN melontarkan kutipan tak langsung dari presiden berupa ucapan “masak Jusuf Kalla terus”,” ungkap Tarli.
Kata Tarli, Khusus untuk urusan Freeport, seturut ucapan-ucapan SN dalam transkrip yang beredar, presiden selalu melimpahkan urusan tersebut pada LBP. “Melalui Pak Luhut saja, Pak Ketua.” Kurang lebih begitulah nadanya dalam transkrip.
Tarli mengungkapkan, Sampai di sini ada dua persoalan. Pertama, apakah demikian berpengaruhnya LBP, yang disebut sebagai kepanjangan tangan kepentingan presiden oleh transkrip hanyalah klaim-konstruksi dari SN dan MRC saja, untuk menaikan posisi tawarnya di depan Freeport c.q. MS, ataukah mewakili posisi sebenarnya?!
“Kedua, masuk ke layer sebelum itu, apakah posisi LBP sebagai kepanjangan tangan presiden sebagaimana dimaksud oleh pertanyaan pertama tadi hanyalah klaim LBP semata di hadapan SN dan MRC, untuk menaikan posisi tawarnya yang secara struktural sebelumnya memang lemah, ataukah memang mewakili posisi yang sebenarnya?” tanya Tarli.
Ia mengingatkan geramnya, JK ketika pada Maret 2015 lalu Presiden memperluas kewenangan Kepala Staf Kepresidenan sehingga yang bersangkutan bisa memanggil para menteri.
“Kewenangan memanggil dan mengkoordinir para menteri memang menjadi domain presiden dan wakil presiden. Makanya agak aneh jika kewenangan itu bisa didelegasikan dan bahkan dibagikan kepada pejabat non-struktural seperti Kepala Staf Kepresidenan, yang tidak ada nomenklaturnya dalam tata pemerintahan resmi. Waktu itu bahkan sampai ada yang menyebut istilah “Presiden Harian” untuk menggambarkan posisi LBP yang demikian superior, yang telah menggelisahkan seorang JK,” jelas Tarli.
Menurut Tarli, kenyataannya LBP mendapatkan kewenangan itu secara resmi. Dari presiden! Artinya, seluruh peran yang dimainkan LBP sejak menjadi Kepala Staf Kepresidenan, hingga bulan Agustus 2015, kemungkinan adalah resmi berasal dari presiden. Kecuali jika presiden nanti membantahnya tentu saja.
“Jadi, dari rekonstruksi atas transkrip percakapan lengkap itu, dua blok mayor yang terlibat ‘head to head’ tadi adalah (1) LBP, yang mungkin mewakili kepentingan presiden, kecuali jika nanti terkonfirmasi sebaliknya; dan (2) blok JK. Pemetaan ini terutama berasal dari lontaran MRC dalam transkrip terkait perlunya presiden c.q. LBP untuk membagi dan berbagi saham pada JK, supaya tidak ribut,” ungkapnya.
Tarli mengungkapkan, pemosisian LBP sebagai setara dengan JK, jika menggunakan taksonomi pemerintahan hari ini mungkin agak berlebihan, karena LBP hanyalah seorang menteri.
“Tapi, sebagaimana pernah saya tulis jauh sebelum ini, soal kenapa pemerintahan saat ini sering gaduh dan terlihat tanpa koordinasi, adalah karena ada banyak aktor dalam pemerintahan saat ini yang sebelumnya adalah kolega yang setara dalam kabinet Gus Dur dan Megawati. LBP, JK, RS dan RR adalah alumni kabinet lama. Dan mereka jauh lebih senior dan superior sebagai personal dibandingkan presiden,” pungkas Tarli.
sumber : intelijen

Share this

0 Comment to "(HEBOH)Akhirnya Terungkap , Jokowi Ikut Terseret Kasus Freeport , Ini Buktinya"

Post a Comment